Peperangan rohani jangan pernah ikut-ikutan berperang rohani jika kita tidak tahu dengan siapa musuh yang kita berhadapan. Mungkin anda akan diterkamnya seperti yang berlaku tujuh orang anak-anak Skewa,tahu Tuhan namun tidak mengenali-Nya lihat dalam kisahnya dalam kitab para rasul. Namun kita harus masuk dalam medan peperangan anda tidak pernah menjadi sang pemenang tanpa melewati peperangan. Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.
Ada dua bentuk peperangan pertama melawan dosa dan kedua berperang melawan yang jahat.
Beato Paus Yohanes Paulus II mengsakapkan, selama setan masih berkuasa di dunia ini, maka perjuangan melawan kuasanya masih akan berlangsung. Kelemahan kita saat ini adalah kecenderungan untuk menganggap setan hanya semata-mata sebagai simbol yang mewakili kejahatan, kekacauan, ketidakbaikan, om lain-lain. Setan kurang dipahami sebagai pribadi yang memang mempunyai kuasa dan niat licik untuk menguasai manusia dan memusuhi Tuhan. Ketidaksedaran ini akan membuat manusia acuh tak acuh terhadap kuasa kegelapan
Beato Paus Yohanes Paulus II mengsakapkan, selama setan masih berkuasa di dunia ini, maka perjuangan melawan kuasanya masih akan berlangsung. Kelemahan kita saat ini adalah kecenderungan untuk menganggap setan hanya semata-mata sebagai simbol yang mewakili kejahatan, kekacauan, ketidakbaikan, om lain-lain. Setan kurang dipahami sebagai pribadi yang memang mempunyai kuasa dan niat licik untuk menguasai manusia dan memusuhi Tuhan. Ketidaksedaran ini akan membuat manusia acuh tak acuh terhadap kuasa kegelapan
Bahkan setiap orang yang siap berperang harus terlebih dahulu dilengkapi alat kelengkapan Allah
(lihat dalam Efesus 6: 10-18)
Kenapa perlu ada peperangan rohani? Banyak orang mulai jatuh gia, tetapi orang percaya harus berusaha untuk menjangkau jiwa-jiwa yang terbelenggu oleh iblis agar mereka juga dimenangkan dalam Tuhan. Kerana Rasul Santo Petrus pernah menyatakan "Sedarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya."
Dalam Mazmur 46:9-10 juga memerintah kita untuk berperang rohani di pihak Tuhan untuk mematahkan busar panahan si.iblis, menumpulkan tombak dan membakar kereta-kereta perang dengan api.
Apa janji Tuhan jika kita berkemenangan dalam peperangan ?
Tuhan berfirman
" Barang siapa menang dia akan ku berikan makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah ",
" Barang siapa menang dia akan ku berikan makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah ",
" Siapa yang menang, ia tidak akan menderita apa-apa oleh kematian kedua kali. ",
" Siapa yang menang, kepadanya akan Kuberikan dari manna yang tersembunyi: dan Aku mengaruniakan kepadanya batu putih, yang tertulis nama baru, yang tidak diketahui oleh siapa pun, selain oleh yang menerimanya ",
" Barangsiapa menang dan melakukan pekerjaan-Ku sampai pada akhirnya yang menyukai hati-Ku, Aku akan mengaruniakan kuasa atas bangsa-bangsa.",
" Siapa yang menang, ia akan dikenakan pakaian putih dan namanya tidak dihapuskan dalam kitab kehidupan, Bahkan Aku mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat ",
" Siapa yang menang, ia akan kujadikan sokoguru di dalam Bait Allah-Ku. Ia akan terjamin, dan tidak akan keluar lagi. Aku akan menuliskan Nama Allah-Ku padanya, dan ia akan menjadi warga kota Allah-Ku dan padanya akan terukir nama-Ku yang baru "
" Semua yang menang akan Kududukkan di sisi-Ku pada takhta-Ku, sebagaimana Aku menduduki tempat-Ku bersama-sama dengan Bapa-Ku pada takhta-Nya ketika Aku telah menang.
Ada lima aspek yang perlu ada menjadi seorang prajurit Tuhan menjadi pemenang iaitu ikut menderita yang baik dari Yesus Kristus, selalu di isi dengan Firman Allah.
Membaca Firman-Nya setiap hari
Merenungi Firman-Nya
Menghayati Firman-Nya
Menghidupi Firman-Nya dan
Melakukan Firman-Nya ( menjadi perlaku Firman ).
Memiliki hubungan atau relasi yang akrab dengan Tuhan, dan hidup dalam doa selalu.
Jika Tuhan dipihak kita maka Tuhanlah yang berperang untuk kita. kita dipastikan-Nya menang atas peperangan rohani ini. Oleh Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya ini? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? Kerana Anak-Nya sendiri pun tidak disayangkan-Nya, melainkan diserahkan-Nya demi kita semua, masakan Ia tidak memberikan segala sesuatu kepada kita? Siapa yang berani mendakwa kita yang telah dipilih Allah menjadi milik-Nya? Apakah Allah akan mendakwa kita? Tidak! Dialah yang telah mengampuni kita dan memulihkan hubungan baik antara kita dan diri-Nya sendiri. Jadi, siapakah yang akan menghukum kita? Kristuskah? Tidak! Sebab Dialah yang mati bagi kita dan hidup lagi bagi kita dan duduk di tempat kehormatan tertinggi di sebelah Allah, dan menjadi Pembela kita di syurga. Siapakah yang akan dapat memisahkan kasih Kristus dari kita? Bila kita mendapat kesukaran atau bencana, bila kita dikejar-kejar atau dibinasakan, apakah itu terjadi kerana Dia tidak lagi mengasihi kita? Dan bila kita lapar, tidak berduit atau dalam bahaya, atau diancam kematian, apakah Allah telah meninggalkan kita? Tidak, sebab Kitab Suci mengatakan bahawa setiap saat kita harus bersedia menghadapi maut bagi Dia. Kita adalah seperti domba yang akan disembelih. Tetapi dalam semuanya itu kita lebih pada sang pemenang oleh Dia yang telah mengasihi kita. Sebab kita yakin bahawa tidak ada sesuatupun yang dapat memisahkan kita dari kasih-Nya. Baik maut mahupun hidup. Baik malaikat-malaikat tidak dapat memisahkan kita dari kasih Allah, dan segala kuasa pun tidak. Ketakutan kita pada hari ini, kekuatiran kita tentang hari esok, atau di mana pun kita berada - jauh tinggi di langit atau di dasar samudera yang paling dalam - tidak ada sesuatu pun yang dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang dinyatakan oleh Tuhan Yesus Kristus ketika Ia mati bagi kita. Kuasa maut sudah dipatahkan oleh kewafatan dan kebangkitaNya. Amin
" Terpujilah TUHAN, gunung batuku, yang mengajar tanganku untuk bertempur, dan jari-jariku untuk berperang, yang menjadi tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, kota bentengku dan penyelamatku, perisaiku dan tempat aku berlindung, yang mengajar tanganku berperang, sehingga lenganku dapat melenturkan busur tembaga. Kau berikan kepadaku perisai keselamatan-Mu, tangan kanan-Mu menyokong aku, kemurahan-Mu membuat aku besar yang menundukkan bangsa-bangsa ke bawah kekuasaan-Mu! kerana Engkau adalah pahlawan perang " Yang Setia dan Yang Benar " itulah nama-Mu "

.jpg)

Tiada ulasan:
Catat Ulasan