Apakah kita sering kesewa? putus asa? ragu-ragu bahkan mahu meninggalkan Dia kerana ketidakpercayaan kita. Entah itu kecewa kerana setelah lama mengiring Tuhan, hidup masih belum mengalami peningkatan status sosial. Entah itu mungkin kecewa kerana belum punyai pacar om calon teman hidup yang sepadan lagi seiman gitu. Mungkin kecewa kerana sebagai orang percaya begitu sukarnya mendapatkan pekalajan dalam kerjaya, bahkan macam-macam ada dia punya bentuk kekecewaan.
Mari kita belajar bersama tentang kisah Yohanes Pembaptis gia, tentu kita pernah membacanya kisahnya dimana kepalanya dipenggal. Apa yang menariknya kisah Santo Yohanes Pembaptis ini dapat ditemukan dalam keempat injil yang mengisahkan hidupnya dari saat kehamilan dan kelahiran hinggalah saat dia mati kepalanya kena penggal gia. Kitab Lukas banyak menceritakan kisahnya, kalau kita berkesempatan membacanya kita akan menemukan dalam Lukas 1 om 3.
Sebelum sya menseritakan lebih lanjut tentang kekecewaannya, bahkan mungkin kita juga berada dalam kondisi yang sama apa yang dihadapinya.
Mari kita lihat dulu serita Santo Yohanes Pembaptis mengenai peribadinya kira biodatalah itu gia hehehe.
Dalam Gereja kita tanggal peringatannya adalah
24 Jun om 29 ogos
24 Jun om 29 ogos
Mari kita lihat dalam kitab Lukas 1 ayat 11 hingga 17
Disana dikatakan bahawa Malaikat Tuhan datang berkunjung dan mengatakan bahawa apa yang diminta oleh Zakharia bapa si.Yohanes Pembaptis yang merupakan seorang imam dari rombongan Abia yang bertugas dibait Allah telah didengar Tuhan. Kita lihat juga dalam kitab 1 Tawarikh 24: 7-18 Dimana rombongan Abia adalah kelompok ke-8 dari 24 kelompok imam yang bergiliran melakukan tugas di Bait Allah. Nak disanalah Tuhan menjawab doa Zakharia dengan mengaruniakan mereka seorang anak, kita tahu bahawa isterinya Elisabet mandul dan keduanya sudah lanjut umur lihat (Lukas 1:7). Bukan itu saja anak itu juga akan menjadi seoarang anak yang menyiapkan jalan bagi Tuhan Yesus, namun pada saat itu Zakharia inda percaya gia lalu menjadi bisu.
Dalam Lukas 1:36-37
Pada saat yang hampir bersamaan Elisabeth dan Maria ( Ibu Yesus ) sama-sama mengandung, dan Elisabeth saat itu mengandung sudah berusia 6 bulan.
Dalam Lukas 1:41
Dikatakan bahawa saat Maria Ibu Yesus yang waktu itu sedang hamil berkunjung ke rumah Elisabeth dan member salam, maka melonjaklah bayi ( Yohanes ) yang dalam rahim Eliasabet
Dalam Lukas 1:57-66
Lalu tiba saatnya Elisabeth melahirkan dan ketika bayi itu berumur 8 hari, maka sanak saudaranya datang untuk menyunat serta ingin menamakan anak itu Zakharia seperti nama bapanya. ketika belum ada kata putus maka tampillah Zakharia ketika di beri isyarat untuk bertanya siapa nama anaknya maka Zakharia menamainya Yohanes maka terbuka mulutnya dan inda lagi gia bisu dan diberinya nama bayi itu “Yohanes” dan semua jiranya tetangganya kehairanan akan jadi apa dia (Yohanes) nanti sebab tangan Tuhan menyertai.
Dalam Lukas 1:80
Dikatakan bahawa Yohanes makin kuat rohnya dan tinggal di padang gurun sampai pada hari dimana ia harus menampakan dirinya pada bangsa isreal.
Lukas 3:15-16,18-20
Dikatakan bahawa Yohanes mulai memberitakan injil pada orang banyak dan orang Israel mulai bertanya-tanya apakah dia ini Juruselamat yang diutus Allah?. Bahkan ketika ia menegur perhial Herodes yang mengambil Herodias sebagai isterinya, Herodas lalu memasukkan Yohanes Pembaptis ke dalam penjara. Sempena ulang tahun Herodas kesempatan inilah yang diguna pakai oleh Herodias untuk menghasut puterinya Salome disanala kepalanya dipenggal kita dapat mengikuti kisah pemenggalan kepala Yohanes Pembaptis yang lebih lengkap di kitab Markus 6:14-29.
Nak apa yang menariknya dalam kisahnya ini ketika ia dalam penjara ada sesuatu yang dapat kita pelajari bersama mengenai " kekesewaan ". Apakah itu nanti sama-sama kita tunggu dia punya sambungan bahagian II hehehe...mau-mau limpas puluh belas malam dah ne..Apa pun GOD blessing nite om sweet dream, don't forget pray-pray dulu bah kita sebelum modop hehehe. c.u aisymen
.jpg)

Tiada ulasan:
Catat Ulasan