body{display:block; -khtml-user-select:none; -webkit-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; -o-user-select:none; user-select:none; unselectable:on;} TuneList - Make your site Live

Cari-mencari gia ne aisyemen

Khamis, 5 September 2013

" Berbahagialah Orang Yang Tidak Menjadi Kecewa Dan Menolak Aku." bahagian II


Syallom saudara pemeriksa sekalian dalam nama Tuhan Yesus, Allah yang hidup. Kita bertemu lagi dalam ruang dan waktu terbatas yang ada ini. Seperti yang dijanjikan dalam dia punya kesinambungan mengenai serita kita tentang kekesewaan iaitu kalo boros dalam versi dusun gia " Olumaag no i tulun dit a' mikoduwo o ginawo dot otumbayaan doho"

Nak apa yang menariknya ketika Yohanes Pembaptis  berada dalam penjara ia mendengar perkerjaan Kristus lalu menyuruh murid-muridnya bertanya kepada Yesus. " Engkaukah yang datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain ?"  lihat Kitab Lukas 7:19-20 
Apa yang ingin kita dapat om belajar lewat pertanyaan  Yohanes Pembaptis ini bagi anda dan saya? Kisah yang sungguh-sungguh menarik ini yang menyentuh hatiku ini siapa yang tau aisymen. Iaitu sebuah pergumulan Yohanes Pembaptis ketika dalam penjara dimana saat itu hatinya sedang berkobar-kobar gundah-gulana om gusar. Sejak dalam kandungan Yohanes Pembaptis ini dipenuhi oleh Roh Tuhan dan Tuhan menyertai dia sejak dalam kandungan tapi pada saat dia dibelenggu dalam penjara dan mengalami percubaan yang sangat berat bahkan dia mati dengan kepala terpisah dari anggota tubuhnya, dia menjadi sangat ragu-ragu.
Apakah Yesus ini Mesias dan ia menjadi sangat galau/kebingungan om keliru apakah benar Yesus itu yang dinantikannya selama ini. Betulkah Yesus adalah Mesias, dan kalau benar Yesus adalah Mesias kenapa Yesus indak mengunjunginya dalam penjara dan indak membebaskan dalam penjara dan berbuat sesuatu mukjizat besar baginya? Penuh dengan persoalaan Kenapa dan mengapa? Seolah-olah Tuhan Yesus tidak berbuat apa-apapun dalam hidupnya. Dalam benak hati kecil Yohanes Pembaptis ini seolah ingin berkata” Tuhan selama ini aku sudah mengabarkan berita tentang engkau, dan menjadi seorang pahlawan atau laksar kristus yang membela engkau, dan mendahului engkau mengabarkan kabar sukacita tapi apa yang engkau buat untukku?? Benarkah Engkau ini juruselamatku? seharusnya engkau menolong aku, tapi kenapa Engkau tidak datang dan menyelamatkan aku? kadang-kadang kita juga menghadapi persoalaan seperti Yohanes pembaptis bukan!!.

Nak apa jawaban Yesus gia na ternyata  jawaban Tuhan?? Sangat  mengejutkan Ketika Yohanes menyuruh murid-muridnya bertanya kepadanya lihat dalam Matius 11:2-6 di mana ayat 6 jelas sekali Tuhan Yesus berkata “ dan berbahagialah orang yang tidak kecewa dan menolak Aku “. Tuhan Yesus tahu bahawa hati kecil yohanes pembaptis kecewa kerana Tuhan Yesus tidak berbuat apa untuk dia, sampai akhirnya kita tahu bahawa kisah Yohanes Pembaptis begitu targis. Kepalanya dipenggal dan ditaruh dalam talam kerana permintaan Herodias yang sakit hati lihat 
Markus 6:22-29.

So apakah Yesus ini inda peduli? Dikatakan dalam Matius 14:12 setelah kejadian pemenggalan kepala lalu murid-murid Yohanes Pembaptis mengambil mayatnya dan menguburkannya, Kemudiannya mereka memberitahukan berita itu kepada Yesus. 
Apa yang terjadi dengan Yesus Saat ia mendengar berita itu. Kita lihat di Matius 14:13 gia bahawa Yesus bersedih dan ingin menyingkir dari situ hendak mengasingkan diri. Ia sedih tapi amanat angung untuk mengabarkan kerajaan Allah sudah dekat dan mengabarkan bahawa Dialah Mesias Raja dari segala raja harus digenapi walaupun menyakitkan tapi Tuhan berkata 
“ berbahagialah orang yang tidak kecewa dan menolak Aku”.

Dalam serita kekecewaan yang lain ketika terjadi kematian Lazarus dan dibangkitkan dalam kitab Yohanes 11:1-44 dimana dalam Yohanes 11:21 dikatakan Marta berkata kepada Tuhan Yesus seandainya Tuhan Yesus di sini maka saudaranya inda akan mati. Bayangkan betapa kecewanya hati Marta. 
Yesus sahabat dekat mereka, inda ada saat Lazarus sakit. Yesus bisa menyembuhkan banyak orang tapi ketika saudara mereka sendiri sakit dan sampai harus mati. Tuhan Yesus inda ada di sana dan berbuat apa-apa. Betapa kecewanya hati mereka. Namun ternyata kata Yesus bahawa di Yohanes 11:25 Yesus adalah kebangkitan dan hidup,barangsiapa percaya kepada Yesus,ia akan hidup walaupun ia sudah mati. Dan kenyataannya Lazarus dibangkitkan dan di Yohanes 12:9-11 dikatakan bahawa melalui kematian dan kebangkitan Lazarus maka banyak hal besar terjadi.

Saudara pemeriksa sekalian ada sesuatu yang Tuhan mau katakan “ berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku “ Seberat apapun beban anda dan seolah-olah Tuhan inda mendengar setiap seruan doamu, bahkan kita mengatakan orang lain diberiNya limau yang manis namun aku diberiNya limau yang masam. Namun percayalah bahawa Tuhan tahu apa yang terbaik buat mu dan buatku, bahkan dalam kematian yang terburuk sekalipun, ada hal baik  yang Tuhan mahu katakan 
(Yohanes 16:1) "Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku.“ 
(Lukas 7:23 ) "..berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku “ Jangan kecewa pada Tuhan lalu meninggalkannya. Ketika kita senang kita begitu takjub namun bila waktu kita diuji untuk menghasilkan ketekunan kita menyangkal keotoritas-Nya seperti mana jemaat ditempat asalNya (Nazaret) yang kecewa dan menolak Dia hanya kerana mengenali sebagai tukang kayu Markus 6:3.
Ia tahu apa yang harus Dia perbuat dan waktunya selalu Tepat tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat tapi tepat pada waktunya. Jadi percayalah nantikanlah Tuhan.

Jika Saat ini anda menghadapi kekecewaan pegang dadamu katakan:
Tuhan Yesus, melalui kuasa Roh Kudus,
Sembuhkanlah segala luka-luka dalam batinku segala bentuk kekecewaanku yang pernah kualami
kecewa kerana kurang kasih dalam keluarga
kecewa terhadap sesama
kecewa dalam pengkhianatan
Kecewa kerana penghinaan
bahkan terhadap Engkau ya Tuhan
ampunilah aku yang berdosa ini Tuhan
Biarlah dengan darahmu yang kudus membasuh seluruh jiwa dan batinku.
Dari segala ketakutan, kecemasan, kegelisahan, keragu-raguan, keputus-asaan
Sembuhkanlah aku.
Hadirlah Engkau ya Tuhan, supaya aku dapat mengampuni diriku sendiri, mengampuni sesamaku
mengampuni setiap situasi yang menyakitkan dalam kekecewaan.
Bantulah aku ya Tuhan,
Supaya aku dapat mengambil akar pahit yang ada dalam hidupku untuk masuk dalam kebahagiaan hidup, dan isilah hatiku dengan kehangatan kasihMu supaya aku bisa melewati segala bebanan hidup ini dengan memikul salib.
Terimakasih Tuhan dan berkatilah Aku. (Bapa kami 1x, Salam Maria 3 kali)
Amin



Tiada ulasan:

Catat Ulasan

Jumlah Paparan Halaman