body{display:block; -khtml-user-select:none; -webkit-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; -o-user-select:none; user-select:none; unselectable:on;} TuneList - Make your site Live

Cari-mencari gia ne aisyemen

Selasa, 17 September 2013

Menghargai Kepercayaan


Tentu kita pernah membaca kitab Yunus bukan!!!
Nak hari ini kita melihat tentang sebuah kesempatan dua kali yang diberi oleh Tuhan kepada Yunus tentu Yunus mat syukul gia pasal inda mati dimakan ikan besar gia. Bukan itu saja tentu dia suga mat syukul gia pasal doa permohonannya didengar oleh Tuhan. Terlebih lagi Yunus tentu amat bersyukur kerana ternyata Allah tetap mempercayainya dan memberikan kesempatan kedua kali untuk menjadi orang utusan Allah ke kota Niniwe. Walaupun pada mulanya Yunus sudah memiliki catatan kegagalan iaitu mengingkari panggilannya tetapi Allah tetap mempercayainya. 
Pertanyaan kita bersama-sama apakah Yunus akan menyia-nyiakan kepercayaan itu atau ia mengerjakannya sebaik mungkin? Ternyata inda Yunus inda mensia-sia kesempatan itu, Yunus menghargai kepercayaan yang Allah berikan kepadanya. Ia masuk kota Niniwe dan memberitakan penghukuman Allah kepada seisi kota Niniwe gia.
" Bersiaplah Yunus, lalu pergi ke Niniwe, sesuai dengan firman Allah " Lihat Yunus 3:1-3
Nak setiap orang pasti pernah merasakan kegagalan di dalam hidupnya, siapa sini inda pernah gagal cuba teka kuih apa keminatanku? Na pasti inda dapat kamurang jawab gia kira menggagalla tu kerana tidak mengenaliku. Oleh hal demikian aisymen kegagalan itu sendiri memberikan pelajaran dan hikmat untuk kita maju. Orang yang maju kedepan akan mengalami  ketika ia belajar dari kegagalannya. Kita perlu menyedari bahawa  sebuah kegagalan adalah bagian dari pengalaman dan proses pembentukan dalam kehidupan manusia. Tidak ada orang sukses yang inda pernah mengalami kegagalan di dalam hidupnya. Untuk itu janganlah merasa kecil hati ketika kamu mengalami kegagalan.
Terus teringat ini siguku gia mengsakap " Gagal Sekali bukan bererti gagal selamanya, berusaha dan tekun sampai berjaya aisymen "
Saat kita mengalami kegagalan, ternyata berulang kali kita menerima kesempatan untuk memperbaiki kesalahan dan kegagalan kita. Cuma bagaimana ketika kita menerimanya atau meresponnya tergantung kepada sikap hati kita dalam menanggapi, marilah kita menghargai kepercayaan itu dengan benar. Kita tidak boleh mempermainkan kemurahan hati siapa pun  sama ada orang tua(ibubapa), guruka , teman ka yang sudah mempercayai kita setelah kegagalan yang kita alami. Lebih-lebih lagi Tuhan yang selalu memberi kesempatan demi kesempatan dan mempercayai kita walaupun kita sering menyakiti hati-Nya untuk datang kepadaNya.
Kita perlu membuktikannya dengan tindakan dan sikap kita bahawa di satu sisi kita bersyukur untuk kepercayaan yang diberikan kepada kita, dan di satu sisi lain kita  belajar memaknai kegagalan itu dan memiliki tekad untuk berhasil. Yakinlah kerana Allah sendiri menolong kita untuk melakukannya. Mari kita mulai dengan semangat melakukan segala sesuatu dengan upaya yang terbaik dalam segala kesempatan yang diberikan dalam hidup ini.

Refleksi kita bersama gia apakah kita juga menghargai kesempatan itu ?

 Apa pun inda kelewatan buat kawanku yang mengambil SRP om Espem yang akan datang gia good luck jangan lupa bawa kuih dorayaki kunun kekekke. 


Tiada ulasan:

Catat Ulasan

Jumlah Paparan Halaman