body{display:block; -khtml-user-select:none; -webkit-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; -o-user-select:none; user-select:none; unselectable:on;} TuneList - Make your site Live

Cari-mencari gia ne aisyemen

Rabu, 20 Mac 2013

Panggilan Santo Yusuf Bahagian II " Tulus dalam erti Apa?"



Ini na dia punya kesambungan gia
Sewaktu kita membaca injil Matius tentu saja kita diperkenalkan tentang sifatnya Yusuf dimana
Matius berkata " Ia seorang yang TULUS HATI ".
Apakah Yusuf disebut TULUS kerana ia merasa kasihan terhadap Maria yang sudah hamil, lalu kerana inda suka ribut segala, mahupun menghindari kehebohan di kampung? Rasa-rasanya indak! 
Sebab menurut hukum Yahudi yang tercantum dalam
Kitab Ulangan 22:13-20 dalam hukum perkhawinan
Yusuf berhak mencerai isteri-tunangannya yang tidak setia. Malah menurut hukum itu wanita sedemikian harus di rajam. Seandainya Yusuf bertindak sesuai dengan hukum itu, ia tetap seorang yang tulus hati dalam erti kata ia mematuhi hukum Allah.
Lalu apakah yang di maksudkan oleh Matius gia tentang Yusuf Tulus hati disini?
Menurut dia Yusuf tulus hati sebab setelah menyedari bahawa Maria mengandung secara ajaib ( hal ini tentu diketahuinya daripada Maria sendiri ),
 ia menyedari pula, bahawa Allah mempunyai suatu rencana istimewa terhadap Maria dan anaknya. Oleh kerana dalam keseluruhan rencana Allah itu, Yusuf tidak melihat tempat bagi dirinya sendiri, maka ia mahu menyingkir saja. Maksudnya disini gia IA MERASA TIDAK PENTAS UNTUK MENJADI AYAH BAGI ANAK YANG BERASAL DARI ALLAH. Secara manusiawi keputusan Yusuf untuk menyingkir ini paling tepat. Tetapi keputusan ini ternyata tidak sesuai dengan kehendak Allah.

Sewaktu Yusuf sudah siap dengan rencananya yakni ingin menceraikan Maria dengan diam-diam, Allah turun tangan dalam "Mimpi" .
  Allah menunjukkan jalan baru kepada Yusuf.
Iaitu jalan penyerahan total kepada kehendak-Nya.
Bukankah kerja Allah sentiasa tidak terduga-duga?
Mungkin dalam fikiran Yusuf ketika itu bawa Allah berencana dalam panggilannya iaitu
" menjadi ayah bagi anak Maria dan sekaligus suami bagi ibunya "
Berkat keputusan hati yusuf yang TULUS ini, rencana Allah dapat terlaksana
Anak Maria dapat menjadi
" anak Daud, anak Abraham " lihat Matius 1:1,
Nubuat Nabi Yesaya 7:14 digenapi dalam ayat 23,
Umat manusia memperoleh seorang penyelamat yang membebaskan umat manusia dari dosa-dosanya.
Yusuf sedar Maria tidak pernah akan menjadi miliknya, sebab Maria mahupun anaknya adalah milik Allah. Ia harus tinggal di posisi yang ditentukan oleh Allah. Yusuf seorang yang benar-benar beriman kepada Allah memiliki Iman yang TAAT, seperti dahulu kala bapa leluhur Abraham, seperti juga Maria dan Kemudian Yesus sendiri.

>Untuk Berefleksi<
Mari kita perhatikan Yusuf, Dia bukan seorang naif atau pasif. Malaikat sebenar tidak banyak membantu dia untuk memecahkan persoalan yang dihadapinya. Malaikat hanya mengemukakan berapa fikiran. Namun Yusuf memilih kehendak Allah yang tidak jelas itu.
Bukankah dia seorang yang " TULUS HATI " seorang menurut hati Tuhan?
Penghargaan dan rencana hidup kita juga tidak selalu tepat! Kadang-kadang kita lupa, bahawa Allah menyediakan bagi kita sesuatu yang tidak kita bayangkan. Manusia beriman, manusia yang kuat percaya adalah manusia yang selalu terbuka atas kemungkinan-kemungkinan yang tak terduga. 
Terkandungnya Yesus dalam rahim Maria termasuk mukzijat yang sama sekali tidak kelihatan. Allah terus mengerjakan mukzijat-mukzijat sedemikian. Ertinya IA campur tangan dalam sejarah secara tidak meyolok sederhana saja, tidak begitu terang dan jelas, tinggal sahaja belajar melihat.  Tentu kita suka berbicara tentang iman " mencari iman " dan " menemukan iman ". Tetapi dalam Firman Tuhan lebih banyak berbicara tentang
" KETAATAN IMAN "
 IMAN ITU TAAT, sebab ternyata dalam ayat 24 dalam Injil Matius ada tindakan konkrit dari Yusuf. Di mana IMAN YANG TAAT menjadikan manusia TENTERAM BAHAGIA.
Sumber dari Catholic SABAH gia ini sya pergi kutip  yang di sediakan oleh
 REV. FR.P.J.De Wit hehehe

Salah satu yang menarik perhatian sya gia dalam perkongsiannya gia terkena lagi sempena Tahun Iman gia ini tentang
" PANGGILAN om KETAATAN IMAN "
Dalam surat Paulus kepada Jemaat di Filipi  " Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah,  tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan TAAT sampai MATI, bahkan sampai mati di kayu salib.

Dalam Kitab Wahyu lagi  " Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengarunikan kepadamu mahkota kehidupan "


saya tambah sikit lagi ini gia setiap tahun tanggal 1.Mei di mana sebagai hari Buruh atau ali pekelajaan gia
Santo Yusuf juga diangkat sebagai Santo Penaung pekerja pelindung para Karyawan gia

Litani Santo Yusuf
Tuhan, kasihanilah kami,
Kristus, kasihanilah kami.
Tuhan, kasihanilah kami; Kristus, dengarkanlah kami.
Kristus, kabulkanlah doa kami.

Allah Bapa di surga,
kasihanilah kami.
Allah Putra, Penebus dunia,
kasihanilah kami.
Allah Roh Kudus,
kasihanilah kami.
Allah Tritunggal Kudus, Tuhan yang Maha Esa,
kasihanilah kami.

Santa Maria,
doakanlah kami.
Santo Yusuf,
doakanlah kami.
Keturunan Daud yang termasyhur,
doakanlah kami.
Cahaya bapa bangsa,
doakanlah kami.
Mempelai Bunda Allah,
doakanlah kami.
Penjaga Santa Perawan yang murni,
doakanlah kami.
Bapa pemelihara Putra Allah,
doakanlah kami.
Pembela Kristus yang giat,
doakanlah kami.
Kepala Keluarga Kudus,
doakanlah kami.
Yusuf yang amat adil,
doakanlah kami.
Yusuf yang amat murni,
doakanlah kami.
Yusuf yang amat bijaksana,
doakanlah kami.
Yusuf yang amat teguh hati,
doakanlah kami.
Yusuf yang amat taat,
doakanlah kami.
Yusuf yang amat setia,
doakanlah kami.
Cermin kesabaran,
doakanlah kami.
Pencinta kesederhanaan,
doakanlah kami.
Teladan kaum pekerja,
doakanlah kami.
Penopang keluarga,
doakanlah kami.
Penghibur orang malang,
doakanlah kami.
Pengharapan orang sakit,
doakanlah kami.
Naungan orang yang menghadapi ajal,
doakanlah kami.
Yang ditakuti oleh setan,
doakanlah kami.

Anakdomba Allah, yang menghapus dosa-dosa dunia,
sayangilah kami.
Anakdomba Allah, yang menghapus dosa-dosa dunia,
kabulkanlah doa kami.
Anakdomba Allah, yang menghapus dosa-dosa dunia,
kasihanilah kami.

Yusuf, yang diangkat menjadi kepala Keluarga Kudus,
jadikanlah kami anggota Keluarga Kudusmu.

Marilah kita berdoa:
Ya Allah, dalam penyelenggaraan-Mu yang tak terperikan, Engkau telah memilih
Santo Yusuf menjadi suami bunda Putra-Mu. Kami mohon kepada-Mu, berilah supaya dia yang kami hormati selaku pelindung di dunia, boleh menjadi pendoa kami di surga. Engkau yang hidup dan berkuasa kini dan sepanjang masa. (Amin.)


Tiada ulasan:

Catat Ulasan

Jumlah Paparan Halaman