body{display:block; -khtml-user-select:none; -webkit-user-select:none; -moz-user-select:none; -ms-user-select:none; -o-user-select:none; user-select:none; unselectable:on;} TuneList - Make your site Live

Cari-mencari gia ne aisyemen

Sabtu, 5 Oktober 2013

" ORGE "


Shallom para teman om saudara pemeriksa sekalian dalam nama Tuhan Yesus kristus.
Begitu cepat masa berlalu memasuki bulan oktober sudah gia dalam kelima hari sudah berjalan dalam kerahmatan bulan rosari. Rosari adalah doa devosi, di mana umat beriman diajak berdoa bersama Maria untuk akhirnya merenungkan misteri hidup Kristus. Bahkan didalam doa itu adalah ringkasan Injil dalam renungan ia berpusat kearah akan Yesus kristus.

Paus Pius V (1566-1572) menetapkan 7 Oktober sebagai hari pesta Santa Maria Ratu Rosario. Kemudian Paus Klemens IX (1667-1669) mengukuhkan pesta ini bagi seluruh Gereja di dunia; dan Paus Leo XIII (1878-1903) lebih meningkatkan nilai pesta ini dengan menetapkan seluruh bulan Oktober sebagai bulan Rosario untuk menghormati Maria.

Hari ini sya ingin mengshare tentang salah satu emosi yang jarang-jarang kita akui bahawa emosi ini sering kali berlaku didalam hidup kita bahkan jika tanpa sedar ia membuahkan dosa.
Apakah itu? tetapi sebelum itu apakah itu emosi?
Nah.. emosi adalah perasaan manusia yang pandai berubah-ubah setiap waktu, saat dan masa gia. Saat Tuhan menciptakan manusia, Dia menglengkapi manusia dengan emosi iaitu perasaan. Ada yang gumbila, sedih, bahagia, seria, kesewa, murung, geram dan macam-macam ada aisymen.
Hari ini sya mengshare tentang salah satunya adalah perasaan MARAH.
Seringkali kita akan mendengal " Ko marah kaa "  atau ko marah gia dii..aisyemen


Seberapa sedikit definisi marah adalah luapan emosi yang timbul pada seseorang dipengaruhi, diremehkan, difitnah, atau mendapat kelakukan yang bisa menyinggung harga diri seseorang atau kerana stress atau hal yang yang mengecewakan (frustasi).  Menurut itu sakapan ahli-ahli jiwa/psikologi gia kemarahan adalah " the chief saboteur of the mind ". Dimana kemarahan merupakan faktor utama yang seringkali melumpuhkan akal sihat bahkan dapat menimbulkan berbagai kesusahan om gangguan ginowo.
Saudara yang terkasih tentu kita semua pernah marah baik itu marah pada diri sendiri mahupun disebabkan orang lain atau keadaan yang ada di sekitar kita. Jangan bilang kita gia binatang sekalipun pandai suga tu marah. 


Contohnya itu penyengat akan marah dengan cara menyengat jika dia punya kemaduan dikacau na kena singutla ko,  kalo korang mau try pun boleh silakan macam sya hahaha lompat sungaila jawabnya, Anjing pun menggonggong kalau diganggu kalo mau cuba korang testla kasi makan itu anjing pas tu ko ambil balik tu tulang na dia gggrrrrr ko tu.  Na apalagi namanya manusia apa yang  bisa dilakukan kalau emosi marah ini meluap timbul, Na segala sakit hati ada, Mongolimut(mengumpat), maki-memaki ada, sumpah-menyumpah ada. Ada pepatah yang mengatakan ”Yang paling dekat dengan kita itulah yang paling banyak memiliki kesempatan untuk menyakiti kita”. Misalnya sebagai seorang remaja gia yang saat ini mencari sebuah jati diri namun kadang-kala bertentangan dengan orang tua boleh menyebabkan sebuah kemarahan terjadi. Saat kita diminta orang tua untuk belajar namun kerana kita asyik dengan halaman muka buku pisbuk berchating-chating  sambil bermain candy crush. Maka kita inda menghiraukannya, sampai orang tua menyuruh kita mengasi off itu fisbuk. Dari kejadian itu kalian marah terhadap orang tua bahkan berkata-kata dengan tidak hormat, padahal maksud orang tua kalian itu baik sekali.

Apa sebabnya kita marah? kita suka berfikir bahawa kemarahan kita itu memang beralasan bahkan adalah tindakan yang benar tapi sebetulnya tercipta sekali kemungkinannya bahawa kemarahan itu terlahir dari sebuah tujuan yang liar. Akar segala kemarahan kita adalah keegoisan kita kepusatan segala sesuatu pada diri kita sendiri. Mungkin kita ingin berjalan seperti yang kita inginkan, kita ingin orang-orang berkerjasama dengan kita menjalankan segala rencana-rencana dan tujuan-tujuan kita. Ketika kenyataan tidak seperti yang direncanakan api kemarahan pun mula menyala dan membakar dada kita. Saudara pemeriksaa  yang terkasih mengakui kemarahan kita mungkin tidak mengubah keadaan namun dengan mengakuinya kita memulai membebaskan diri dari panas apinya. Ketika kita membiarkan rasa marah itu tetap tinggal dalam hati kita sampai matahari terbenam bererti kita menyimpan api yang menghanguskan kita dari dalam. Jadi ketika kita mahu memandamkan lampu di malam hari untuk pergi tidur namun kita masih menyimpan rasa marah kepada seseorang. Saatnyalah kita harus memandamkan api kemarahan itu juga dan tidur dengan hati yang sejuk dan damai. 
Hatiku berkata " beginilah caranya kamu dapat melepaskan diri pergilah segera kepada-Nya dan mohonlah Dia membebaskan kamu. Jangan tidur ataupun rehat sebelum kamu berbuat demikian. Lepaskan dirimu seperti kijang dari perangkap si.pemburuan. ".Amin

Tentu anda bertanya apa pasal tajuknya ini " ORGE " 
Apakah maksudnya itu?.
kalau sya inda nyata tentu korang lupa sama inda perasaan pasal belum habis lagi gia ini serita kepanzangan bah ini seritaku gia bersambung bah gia ini. 
Persoalaannya apakah kita inda boleh marah dan bagaimana marah itu inda mendatangkan dosa gia.
Seperti yang diungkapkan dalam Mazmur 4:4(4:5)  mahupun dalam Efesus 4:26 dan sebuah penyataan Yesus dalam khotbah-Nya di bukit. Nanti kelapangan sya mengsharekan dalam " ORGE II "  sama sekali apa tu orge gia hehehhe
mahu cuci seluar dulu besok mau pakai pergi sembayang gia.




Tiada ulasan:

Catat Ulasan

Jumlah Paparan Halaman