Aku tidak pernah melihat sebuah kalimat datang dalam gumpalan asap di hadapanku yang bertuliskan:
"Tenanglah nak, jangan takut, Aku di sini".
Namun, aku dapat merasakan di saat-saat sukar mahupun senang Dia berada di sisiku menenangkan dan menghiburku.
Aku tidak pernah mendengar sebuah suara menggema di dalam kamarku di tengah malam sambil berkata:
"Aku mengasihimu dan menerimamu sepenuhnya".
Namun, aku mendengar di dalam ruang hatiku perkataanNya bahawa aku dikasihi dan berkenan, yang menjadi kekuatan saat aku mengalami penolakan dan kehilangan kepercayaan diriku.
Walaupun Allah tidak terlihat oleh mata jasmaniku, aku dapat melihat dengan imanku: bagaimana tanganNya tidak pernah terlambat untuk menolongku.
Bagaimana telinganya tidak kurang tajam untuk mendengar setiap doa kita.
Tanpa terdengar, tanpa terlihat, tanpa dapat disentuh, penyertaan Allah nyata dalam setiap langkahku. PertolonganNya terukir dalam setiap musim di hidupku.
Setiap perbuatanNya yang ajaib tertulis
dan dapat dibaca dalam setiap lembaran cerita hidupku, baik itu peristiwa-peristiwa susah yang memerlukan aku berlutut, ataupun kemenangan yang membawa sukacita yang membuat aku melompat.
Di atas semuanya,
Sekalipun Allah tidak terlihat oleh mata jasmaniku,
Ia tetap ADA dan pertolonganNya inda pernah terlewat.
seperti ada tertulis:
"Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.".
Iman yang dengan setia menanti-nantikan Tuhan tidak akan pernah mengecewakan
"Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya.."
Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.
Jika kita sedang dirundung kesedihan om masam inda da jalan keluar gia,
Bersabarlah…itu hanya ujian menguatkan hati kita, lapangkan dadamu..dan dekatkan diri kita pada Tuhan :)
dan satu lagi kawan, Janganlah terlalu cepat membuat kesimpulan dengan mengatakan nasib baik atau jelek, semuanya adalah suatu rangkaian proses.
Syukuri om terima keadaan yang terjadi saat ini, apa yang kelihatan baik hari ini belum tentu baik untuk hari esok. Apa yang buruk hari ini belum tentu buruk untuk hari esok.
Tetapi yang PASTI Tuhan paling tahu yg terbaik buat kita..
Bagian kita adalah
“Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Tuhan di dalam hidup kita”
.jpg)

Tiada ulasan:
Catat Ulasan